The Lost World – Episode Lagu Anak yang Menghilang

"Libur telah tiba… libur telah tiba,,,
Horee.. horeee…"


Kutipan di atas merupakan salah satu lirik lagu anak yang dinyanyikan oleh penyanyi cilik terkenal pada era tahun 90an bernama tasya, saat sore menjelang dan kalau Hana sedang GTM saya sering memutarkan lagu tersebut dan dia terlihat senang sekali untuk mendengarkannya bahkan sampai nari - nari. Lagu yang dinyanyikan oleh tasya adalah salah satu dari sekian banyak lagu anak yang saya dengarkan kepada Hana melalui media online youtube. 

Kenapa harus youtube? Kenapa tidak di televisi saja?

Sayangnya, sekarang ini media televisi sudah tidak lagi menayangkan program acara bagi anak – anak. Coba emak lihat, apakah sekarang masih ada program khusus untuk anak – anak kita?  Bahkan lagu anak – anak pun sepertinya sudah tenggelam ke permukaan yang entah berantah ada dimana.

MIRIS bukan?

Di stasiun – stasiun televisi lokal ternama, program tersebut entah sejak kapan menghilang dari peradaban. Mungkin bagi mereka tayangan untuk anak - anak, apalagi khusus untuk lagu anak sudah tidak bisa menghasilkan rating penonton yang banyak. Makanya dihilangkan dan diganti dengan program yang menurut saya tidak penting, asal banyak rating serta iklan dari sponsor yang bertebaran sepanjang acara berlangsung, bagi mereka bukan masalah besar untuk meniadakan tayangan khusus anak - anak. Padahal, seharusnya stasiun televisi lokal mempunyai program yang beragam dan tentu saja bukan hanya program yang memuat banyak pundi – pundi uang melainkan program untuk pendidikan dan hiburan anak. Mungkin hanya beberapa stasiun televisi yang menayangkan program tersebut.

Tapi, kenapa tidak ada program khusus yang memuat lagu anak? Seperti jaman saya dulu. Contohnya dahulu ada program acara lagu anak di RCTI yaitu tralala trilili, ditayangkan selama sejam saat sore menjelang. Saya ingat betul, saya selalu menunggu program acara tersebut sambil duduk manis sehabis mandi sore.  

Memang diluar tayangan acara stasiun televisi lokal, ada beberapa media di internet yang meng- reupload lagu – lagu anak bahkan sampai ada yang membuat  video klip terbaru namun masih menggunakan lagu anak versi lama. Seperti di bawah ini:




Jujur saya acungin jempol untuk orang – orang yang sampai detik ini masih mempertahankan lagu anak – anak ditengah ketidakpedulian segelintir orang dewasa terhadap perkembangan lagu anak. Akan tetapi, kelemahannya adalah tidak semua orangtua mengakses media di internet, tidak semua orangtua mampu berlangganan internet, dan tidak semua orangtua niat memperkenalkan lagu yang tepat untuk perkembangan si anak.

Di pedesaan misalnya, apakah disana tersedia layanan internet?, nonton televisi saja seadaanya, gimana mau akses internet?

Salah satu caranya, yah hanya melalui media televisi. Sudah seharusnya televisi lokal lebih menayangkan konten yang berbobot.

Kalau boleh berkedip sekejap ke Jaman saya dulu, sekitar tahun 80an penyanyi cilik bertebaran dimana – mana, seluruh stasiun televisi lokal pasti memuat program acara yang isinya lagu anak - anak. Sebut saja Melissa yang menyanyikan lagu abang tukang bakso, terus ada trio kwek – kwek, eno lerian, dan segudang penyanyi cilik lainnya. Kesini  - sini penyanyi tersebut menghilang, dan di akhir tahun 90an muncul penyanyi cilik berpotensi yaitu sherina, dan Tasya. Kemudian???


MATI TENGGELAM DI ANTARA LAGU – LAGU CINTA NAN LEBAY


Memang sih, di salah satu stasiun televisi lokal berusaha menghidupkan kembali penyanyi – penyanyi cilik bertalenta, salah satunya adalah program acara Idola Cilik. Sayangnya, ketika calon penyanyi cilik tersebut bernyanyi kenapa yang mereka nyanyikan adalah lagu cinta – cintaannya versi orang dewasa seperti menyanyikan lagu Mulan Jameela dan kawan - kawannya???, parahnya lagi dewan juri setuju – setuju saja untuk menggunakan lagu orang dewasa tersebut. Kalau begitu mereka bukan disebut Idola Cilik dong? Idola Dewasa…
HERAN … 

Tak terkecuali juga nih, ada yang menamai diri mereka boyband junior, saya pikir mereka akan bernyanyi sesuai dengan usianya. Tapi….. lagi – lagi saya kecewa…

Mereka menjual lagu cinta – cintaan…

Amat sangat disayangkan sekali. Tak menepis kenyataan bahwa sekarang ini  banyak anak – anak yang sudah kelewat “matang” sebelum waktunya. Karena masa kanak – kanak mereka yang tidak sesuai dengan pola perkembangannya dan seiring bergilirnya waktu, anak – anak seperti kehilangan lagu  yang sesuai dengan usia mereka…

Sepertinya, saya harus lebih ekstra keras untuk selalu memperkenalkan lagu yang sesuai dengan usia anak saya - Hana.. saya tidak mau nantinya anak saya menjadi “tua” sebelum waktunya. Dan saya juga tidak mau dia sok pura – pura menjadi dewasa.
Ini pelajaran untuk kita sebagai orangtua… 
dan pelajaran juga buat saya dalam memilih program acara serta lagu yang sesuai untuk anak kita.


yukkk rehat sejenak dari aktivitas dan nyanyikan lagu ini bersama anak - anak kita tercinta dengan penuh cinta kasih...


No comments

Silahkan tinggalkan komentar kamu, tapi plis banget ya pergunakan bahasa indonesia yang baik dan membangun. Mohon maaf juga harus di moderasi biar gak ada yang spam. Happy Comment ^^~