Pentingnya Jaminan Perlindungan Kesehatan untuk si Buah Hati


Di postingan kali ini, saya ingin berbagi pengalaman saya Beberapa waktu yang lalu. Tepatnya tanggal 28 September 2015 kemarin, Hana - chan mendadak dilarikan ke Unit Gawat Darurat (UGD) di salah satu rumah sakit terdekat di kota saya, Depok. Dokter mendiagnosis Hana - chan saat itu sudah banyak kehilangan cairan tubuh dikarenakan fungsi cerna-nya terganggu dan harus segera mendapatkan perawatan intensif. 

Memang sebelumnya Hana - chan mengalami demam tinggi disertai muntah dan juga diare. Saya fikir hal tersebut biasa, namun setelah tiga hari keadaan tak kunjung baik saya pun mulai panik dan akhirnya Hana - chan saya larikan ke rumah sakit. Sebagai seorang ibu baru, saya sangat shock mendengar hasil diagnosis yang dokter berikan. Jujur saja selama ini kalau Hana - chan sakit paling sakitnya hanya batuk dan pilek saja dan itu juga masih bisa kehitung jari. Maklum saya orangnya sangat teliti mengenai asupan makanan Hana - chan sehari - hari. Jadi, ketika dokter mengatakan bahwa Hana - chan terkena infeksi saluran cerna dan itu masih dalam tahap dugaan saja belum tindak lanjut, saya jadi merasa belum bisa memberikan yang terbaik untuk anak saya. Oh, katakanlah saya lebay atau apapun itu sebutannya. 

Status facebook pribadi saya
Keadaannya waktu itu, saya membawa Hana - chan masuk ruang Unit Gawat Darurat (UGD) hari senin (28/09) sekitar jam enam sore. Setelah dokter memberikan penengasan bahwa Hana - chan harus segera melakukan perawatan intensif, maka saya pun mau tidak mau wajib setuju. Karena kondisi Hana - chan yang memang sudah sangat tidak memungkinkan lagi untuk melakukan rawat jalan. Namun, sebelum itu seperti kondisi rumah sakit pada umum-nya, saya harus mengurus beberapa biaya administrasi terlebih dahulu.

Kebetulan keuangan kami kala itu memang lagi habis - habisan untuk membangun rumah baru yang akan segera kami tempati. Bahkan kami-pun lupa untuk menyisihkan dana tak terduga. Pas akhir bulan, pas tidak ada dana lagi yang tersisa, pas Hana - chan diharuskan melakukan perawatan intensif, pas saya juga belum aware tentang pentingnya jaminan perlindungan kesehatan. Suatu kebetulan yang pas banget. Tapi mau bagaimana lagi? Hana - chan harus melakukan perawatan di rumah sakit as soon as posibble. Hiks.

Ketika Hana dilarikan ke UGD salah satu Rumah Sakit di Kota Depok
Kemudian kami-pun bertanya ke bagian administrasi rumah sakit tentang rincian biaya perawatan dan lainnya. Rupanya sekarang rumah sakit yang telah menjadi langganan kami bertahun - tahun ini mempunyai kebijakan baru. Yang mana bila tidak ada jaminan baik melalui BPJS/Asuransi/Kantor maka uang muka-nya menjadi 10x lipat dari harga kamar yang akan kita ambil. Misalnya saya mengambil kamar kelas VIP dengan harga Rp.1.000.000/hari. Maka, saya harus membayar uang muka sebesar Rp.1.000.000 x 10 = Rp. 10.000.000 dan itu belum all in (ex.obat - obatan, infusan dll). Walaupun nanti di akhir bila ada kelebihan dana maka dana-nya akan di kembalikan. Tapi tetap sangat berbeda sekali dengan kebijakan ketika saya melahirkan Hana - chan di sini. Saya hanya perlu membayar setengah dari total biaya yang ada sisanya dibayarkan di akhir. Namanya juga uang muka ya harusnya tidak full dong ya? kalau full berarti pembayaran di muka. Mau protes? ya engga bisa atuh. Keadaan udah gawat darurat dan malam itu Hana - chan harus segera mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit.

" Pii... kita dana nya dari mana ya?"
" Ya, engga tau deh mii, memang sih kantor yang akan gantiin semuanya tapi kan kita butuh modal juga untuk biaya perawatan dan lainnya"
" Iya juga sih, sistem di kantor kan reimburse. Kita kok bisa sampai engga ada dana gini ya pii. Sebuah teguran kali ya"
" Iya mii, mungkin kita harus lebih baik lagi dalam mengelola keuangan"

Dengan keadaan setengah panik. Saya panik, suami mah sepertinya tampak tenang (mungkin panik dalam hati). Bingung dari mana  datangannya dana talangan itu akan ada. Jujur, saya paling anti yang namanya pinjam meminjam. Karena saya tau betul, dulu sebelum menikah kelemahan saya bila meminjam dana terkadang suka lupa balikin. Makanya setelah menikah sebisa mungkin saya tidak berhutang dengan siapapun juga. Kalau engga ada dana lebih yaudah engga usah sok sok-an ada uang apalagi sampai maksa buat kebutuhan gaya hidup yang over

Ketika keadaan terdesak begini dan saya tidak ada simpanan masa harus nunggu sampai suami gajian? masa saya harus menggadaikan logam mulia saya sekarang juga? mana ada yang buka pegadaian malem - malem gini. Haduh.. bisa makin parah keadaan Hana - chan kalau tidak sesegara mungkin mendapatkan perawatan intensif pikir saya. Saya butuh dana segera saat itu juga tapi keadaan tidak memungkinkan. Perasaan saya campur aduk, sedih-mau nangis-kesal dan sambil berdoa plus harap harap cemas malam itu. Akhirnya tidak lama kemudian suami memberikan kabar baik. Rupanya teman sekantornya meminjamkan dana untuk biaya rawat inap Hana - chan. Alhamdullilah. 

Dengan segera kami pun mengurus biaya administrasi yang dibutuhkan dan Hana - chan akhirnya mendapatkan perawatan intensif. Tapi masalah tidak berakhir di sini. Begitu Hana - chan diperbolehkan pindah kelas dari ruang perawatan intensif ke ruang rawat inap biasa. Rupanya kelas yang dipilih suami saya itu kelas yang isinya ada dua orang anak dengan penyakit yang menurut saya bisa bikin saya sakit juga. Semalaman saya harus bertahan dengan kanan kiri tetangga Hana - chan yang tiap jam muntah dan buang air besar dengan bau yang begitu menyengat, terlebih keluarga pasiennya sangat berisik dan menggangu sekali. Saya pun protes, bukannya saya tidak bersyukur bahwa Hana - chan akhirnya bisa melakukan perawatan rawat inap di rumah sakit namun bila keadaannya seperti ini yang ada Hana - chan engga sembuh - sembuh. 

Keesokkan hari-nya, saya mencarikan kelas yang kosong untuk Hana - chan. Saya bertanya setiap jam kepada suster yang jaga apakah telah tersedia kelas yang saya inginkan atau tidak? dan jawabannya selalu sama, ROOM FULL. Pilihannya hanya ada kelas VIP itupun hanya kosong tiga kamar. Sisanya penuh oleh pasien anak - anak yang mengalami penyakit serupa dengan Hana - chan. Terpaksa kami mengambil kelas tersebut walaupun dengan dana yang super nge-pas banget. Untungnya gaji suami sudah turun. Walaupun kami engga tau setelah Hana - chan pulang gimana nasib kami bulan ini. Dalam hati saya, yang penting Hana - chan sehat dulu masalah dana masih bisa di cari lagi. Setelah deal dengan pihak rumah sakit bahwa kami akan pindah kelas untuk rawat inapnya. Kami diharuskan menambah biaya uang muka lagi sesuai dengan kelas yang baru kami ambil. Phew..
Hana - chan ketika Melakukan rawat inap
Hana - chan melakukan perawatan rawat inap di rumah sakit kurang lebih seminggu. Selama saya menemani Hana - chan di rumah sakit, saya jadi berfikir bahwa jaminan perlindungan kesehatan untuk anak itu penting banget. Mungkin selama ini saya merasa bahwa saya mampu tanpa asuransi dan kawan - kawannya karena melihat beberapa teman saya yang melakukan rawat jalan maupun rawat inap itu claim-nya kok ribet banget. Beda dengan saya yang menggunakan dana pribadi.  Mungkin dulu saya terlalu sombong dan berfikir bahwa saya bakalan selalu ada dana lebih. Yah, namanya roda terus berputar begitupun dengan kehidupan kadang di atas pasti suatu saat akan ada di bawah, di tengah dan ke atas lagi. 

Dan kebetulan saya waktu itu sedang tidak memiliki dana cadangan karena terlalu fokus dalam pembangunan rumah baru kami. Alhasil, baru kali itu kami meminjam dana untuk kebutuhan Hana - chan dari orang lain. Penyesalan mungkin selalu datang terlambat. Mungkin dengan Hana - chan masuk rumah sakit, Tuhan menyadarkan saya bahwa kesehatan itu jauh lebih penting dari apapun juga. Percuma rumah bagus, mainan Hana - chan yang bagus dan baju terbaru kalau Hana - chan sendiri malah sakit dan tidak bisa menikmatinya. Menyesal? banget.

Di foto dari salah satu agenda pemberian Sun Life Financial Indonesia
Tiap malam saya lalui hari - hari saya ketika menemani Hana - chan di rumah sakit dengan browsing di internet. Mencari - cari jaminan perlindungan kesehatan yang tepat untuk Hana - chan. Hingga akhirnya di suatu malam mata saya tertuju pada sebuah website asuransi bernama Sun Life Financial Indonesia. Saya ingat, beberapa waktu lalu saya sempat menghadiri event temu blogger Sun Life bersama safir senduk membahas mengelola keuangan dengan bijak.  Tapi waktu itu saya tidak terlalu peduli dengan asuransi. Jadi, yah saya hanya anggap angin lalu. Secara saya juga dulunya pernah bekerja di salah satu perusahaan asuransi jiwa terkemuka di Jakarta dan saya dengan sok tahu-nya dan beberapa alasan konyol memutuskan untuk tidak menggunakan jasa asuransi dalam kondisi apapun.

Kini, dengan ke-sok tahu-an saya malah membuat saya panik dan tidak tenang. Karena kita tidak akan tahu apa yang akan terjadi esok dengan kesehatan keluarga kita, terutama kesehatan buah hati tercinta. Langsung saya mencari tahu latar belakang dan produk apa saja yang ditawarkan oleh Asuransi Sun Life Financial Indonesia ini.
Offical Website Sun Life Financial Indonesia
Seperti yang telah saya tuliskan pada postingan terdahulu tentang Sun Life Financial Indonesia. PT. Sun Life Financial Indonesia ini telah hadir di Indonesia sejak tahun 1907 Namun keluar ketika ada gejolak perang dunia kedua kemudian masuk kembali pada tahun 1995 dan beroperasi hingga kini.

PT. Sun Life Financial Indonesia juga memiliki program sosial: Sun Bright untuk pendidikan, Sun Bright untuk sesama, serta Sun Bright untuk Indonesia pintar. Produk dan layanannya juga beragam mulai dari proteksi ada Sun Medicash, Sun Golden Life dan Term life. Sedangkan di produk simpanan dan investasi ada Sun Fortune Link, Brilliance Fortune, Brilliance Sejahtera, dan Brilliance One Protection Plus. Mereka juga menyediakan riders atau bisa kita sebut asuransi tambahan seperti: Sun Medical Executive, Waiver of Premium - Critical Illness Riders (WP - CIR), Waiver of Premium - Total Disability Benefit (WP - TDB), WP - Death, Critical Condition Riders (CCR), Accidental Death & Dismemberment Benefit (ADDB), Accidental Death Benefit (ADB), Hospital Income & Surgical Riders ( HISR) dan Sun Early Critical Riders (SECR). Selain itu mereka juga mempunyai produk Bancassurance yang merupakan bentuk kerjasama dengan bank dan perusahaan asuransi di mana asuransi menjual produk - produknya melalui jasa bank. Tidak hanya itu Sun Life juga mengeluarkan produk asuransi syariah untuk masyarakat Indonesia yang peduli dengan asuransi ber- sistem syariah.

Setelah saya membaca websitenya saya tertarik dan keesokan harinya menghubungi kantor Sun Life terdekat. Saya meminta penjelasan yang lebih detail dan meminta masukan asuransi apa yang cocok untuk kebutuhan keluarga saya. Setelah beberapa hari di follow up dengan agen asuransi Sun Life - tanpa meneror kapan saya akan segera bergabung. Saya diberikan penjelasan sejelas jelasnya tanpa ada yang ditutupi dan itu membuat saya jadi mengerti. Maklum sebagai agen asuransi dulunya- kini sudah pensiun, sempat terjadi kasus beberapa agen yang terkadang suka menutupi klausul - klausul penting alhasil setelah ingin claim ada beberapa keluarga yang merasa dirugikan karena tidak sesuai dengan penjelasan di awal ketika mengambil sebuah asuransi tersebut. Tapi itu tidak berlaku di Sun Life Financial Indonesia. Mereka transparan mengenai semua yang berkaitan dengan asuransi yang akan kita ambil.

Sepertinya saya sudah menentukan asuransi yang insa allah tepat dan berguna untuk kami sekeluarga dan kami akan mengambil produk asuransi syariah. Walaupun sebelumnya kami sempat ditawarkan dengan produk Sun Medicash yaitu berupa produk asuransi yang memberikan dana tunai ketika tertanggung diharuskan melakukan rawat inap di rumah sakit. Akan tetapi setelah kami rundingkan panjang lebar dan berfikir matang. Kami tidak jadi mengambil yang Medicash karena menggunakan sistem reimburse untuk biaya rawat inapnya. Masalahnya sistem di kantor suami juga menerapkan hal serupa. Apabila ada salah satu anggota keluarga akan melakukan rawat jalan/inap maka kita harus membiayai sendiri kemudian mengumpulkan sejumlah kuitansi yang nantinya akan di setor ke kantor pusat dan kantor pusat akan mengganti full biaya yang telah kita keluarkan. Jadi sama aja dong ya, gak bisa mendadak dan harus sedia uang lebih dulu.


Memang sepertinya ada nilai plus dari Sun Medicash ini. Seperti  bisa double claim bila memiliki asuransi sejenis, cashback 50% di akhir kontrak walaupun selama kontrak kita sudah pernah melakukan claim, Memiliki masa tunggu yang tergolong singkat hanya 30 hari sejak bergabung. Sun Medicash juga terbagi menjadi tiga jenis: Silver, Gold, dan Platinum yang mana setiap jenis memiliki iuran yang besarannya berbeda. Saran saya sih, kalau kalian sudah memiliki asuransi utama tidak ada salahnya mengambil salah satu asuransi dari Sun Life Financial Indonesia yaitu Sun Medicash sebagai second cash.

Lain hal dengan kami, kami ingin sekali memiliki asuransi yang cashless terutama dalam hal rawat inap di rumah sakit. Mengingat kasus Hana kemarin, yang membuat saya panik bukan main karena tidak tersedia-nya dana mengendap. Maka dari itu, kami memutuskan untuk membeli produk asuransi syariah dari Sun life Financial Indonesia dan menggunakan riders atau asuransi tambahan untuk Hana. Rencanannya kami akan mengambil asuransi Brilliance Hasanah Sejahtera plus riders Sun Medical Executive.

Brosur Brilliance Hasanah Sejahtera

Brilliance Hasanah Sejahtera adalah salah satu produk asuransi unitlink syariah. Dengan sistem pembayarannya bisa bulanan, triwulan, semesteran dan tahunan. Sedangkan pilihan investasinya ada Equity Fund dan Balance Fund tergantung kita ingin mengambil resiko yang mana. Dan kesemua dana investasi ditempatkan di instrumen: saham, pasar uang, dan sukuk berbasis syariah. Jadi gak usah khawatir lagi dong ya. Kita juga diberikan kemudahan dengan gratis tiga kali pengalihan dana investasi dalam setahun, dapat melakukan penambahan dan investasi dengan min. top up sebesar Rp.1.500.000, dan yang terpenting Flexibel melakukan penarikan atau penambahan dana investasi kapan saja. Asikk.

Sedangkan untuk asuransi tambahan kami/Riders yang akan kami ambil adalah Sun Medical Executive. Sun Medical executive adalah sebuah produk asuransi kesehatan yang cashless alias non tunai cukup gesekkan saja kartu Sunlife di rumah sakit rekanan Sun Life Financial Indonesia baik dalam maupun luar negeri. Enaknya lagi kalau kita/tertanggung terpaksa dilarikan ke UGD - mungkin sama kasusnya kaya Hana -, kita akan mendapatkan penggantian biaya walaupun hanya mampir 6 jam saja di UGD dan tidak melakukan rawat inap. Nilai plusnya yang jagain misalnya dalam kasus Hana - chan kemarin, Hana diharuskan melakukan rawat inap di rumah sakit kemudian saya harus menemani Hana - chan dong ya tidur di rumah sakit juga. Nah yang jagainnya ternyata mendapatkan biaya makan serta akomodasi selama berada di rumah sakit juga dengan syarat usia tertanggung masih di bawah 15 tahun, enak banget kan. Sebuah solusi yang beneran bisa membuat hati kami menjadi lega, terutama saya sih.

Rincian manfaat Sun Medical Executive

Sekarang saya tinggal duduk manis aja nih, menunggu berkas - berkas asuransi dari Sun Life Financial Indonesia melipir di rumah kami. Makasih ya Sun Life sudah membuat hati saya yang sejak kemarin gundah gelisah *lebay* menjadi tenang. Saya jadi tersadarkan bahwa jaminan perlindungan kesehatan untuk si buah hati itu sangat penting. Saya engga mau lagi ada kasus seperti Hana - chan beberapa waktu lalu: tiba - tiba di rawat, tiba - tiba engga ada dana lebih. Sakitnya tuhh di siniii~ *tunjuk dada dan dompet*. Syukur - syukur anaknya sehat terus. Tapi, siapa tau kan ya? Jadi, sekarang saya harus merencanakan keuangan dengan matang demi masa depan kami sekeluarga yang cerah. Dan itu dimulai dari Asuransi..
 
"Asuransi ibarat payung, payung tidak akan menjamin hujan tidak akan turun. Tetapi menjamin anda tidak akan basah ketika ada hujan"  Safir Senduk - Financial Planner

 
Kini, saya percayakan perlindungan keluarga saya kepada asuransi Sun Life Financial Indonesia, kamu?



Informasi lebih lanjut mengenai PT. Sun Life Financial Indonesia sila berkunjung:
Website: www.sunlife.co.id/ www.brighterlife.co.id
Fanpage: brighterlifeID
Twitter: @brighterlifeID



Tulisan ini turut serta dalam lomba "Kompetisi Menulis Blog Sun Anugerah Caraka (SAC) 2015 - Sun Life Financial Indonesia".





No comments

Silahkan tinggalkan komentar kamu, tapi plis banget ya pergunakan bahasa indonesia yang baik dan membangun. Mohon maaf juga harus di moderasi biar gak ada yang spam. Happy Comment ^^~